Selasa, 12 April 2011

KEMAMPUAN BERBAHASA INDONESIA (PUISI ANAK, PANTUN, SYAIR, TALIBUN)

BAB 1
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Pembelajaran Sastra Indonesia di Sekolah tidak terkecuali di Sekolah Dasar ( SD ) mendapat sorotan banyak pihak di media massa maupun diberbagai pembelajaran lainnya sorotan tersebut berkaitan dengan hasil pembelajaran Sastra yang belum maksimal kekurang berhasilan tersebut diduga karena faktor strategi pembelajaran Sastra yang kurang Apresiatif dan Intgratif.
Pada umumnya para Guru Bahasa dan Sastra Indonesia masih membelajarkan Sastra dengan Strategi menghafal nama-nama pengarang atau penyair dan hasil karyanya. Pembuatan Sastra juga dilakukan secara terpisah dengan keterampilan berbahasa lisan dan tulis. Hasil pembuatan pada siswa hanya dapat menghafal Nama dan Karya Sastra tanpa dapat menikmati dan memanfaatkan Karya Sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas kawasan kehidupan, serta meningkatkan keterampilan berbahasa.
Sastra dapat menunjukkan kepada masyarakat khususnya anak-anak, bagaimana kelompok atau masyarakat lain hidup di tempat dan waktu manapun. Semakin banyak anak-anak memperoleh kesadaran tentang kehidupan orang lain, mereka dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang diri mereka sendiri dan orang-orang disekitar mereka.

  1. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini disusun rumusan masalah yang akan dibahas, yaitu :
1.       Apa definisi Puisi, serta unsur-unsur yang mengikatnya ?
2.       Apa definisi Pantun, serta unsur- unsur yang mengikatnya ?
3.       Apa definisi Syair, serta unsur- unsur yang mengikatnya ?
4.       Apa definisi Talibun, serta unsur- unsur yang mengikatnya ?

  1. Manfaat dan Tujuan
Manfaat dan tujuan yang hendak dicapai dalam penyusunan Makalah  ”PUISI, PANTUN, SYAIR, DAN TALIBUN” ini adalah :
1.       Memahami apa definisi Puisi serta unsur-unsur yang mengikatnya.
2.       Mengetahui apa definisi Pantun serta unsur-unsur yang mengikatnya.
3.       Mengerti apa definisi Syair serta unsur-unsur yang mengikatnya.
4.       Memahami apa definisi Talibun serta unsur-unsur yang mengikatnya.


BAB II
PEMBAHASAN

  1. PUISI
Secara etimologi istilah puisi berasal dari bahasa Yunani ”poeima” atau ”Poesis” yang berarti pembuatan. Sedangkan dalam Bahasa Inggris disebut ”Poem” atau ”Poetry” yang berarti membuat atau pembuatan, karena lewat puisi pada dasarnya seseorang telah menciptakan suatu dunia tersendiri yang mungkin berisi pesan atau gambaran suasana tertentu, baik fisik maupun batiniah.
Definisi puisi cukup banyak, salah satu pendapat yang cukup mudah dipahami diantaranya mengatakan bahwa puisi adalah bentuk karya Sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa, yakni struktur fisik dan struktur batinnya ( Waluyo.1995:28, dalam buku Drs.Supriyadi, Mpd. Pembelajaran Sastra yang apresiatif dan Integratif dari SD 2006:44 ). Berdasarkan asal-usul istilah puisi dari atas dan berbagai pendapat para ahli, pengertian puisi dapat didefinisikan sebagai salah satu cabang sastra yang menggunakan kata-kata, rima, dan irama sebagai media penyampaian untuk membuatkan ekspresi, ilusi dan imajinasi.
Bila dibandingkan dengan karya sastra fiksi atau drama, pilihan kata dalam puisi cenderung padat, singkat, imajinatif sehingga dikatakan mempunyai bentuk tersendiri. Penggunaan rima dan irama agar puisi lebih indah juga merupakan pembeda yang sangat signitifikan bola dibandingkan fiksi dan drama.
·         Pengertian Puisi Anak
Menurut Norton (323-324) puisi anak-anak mempunyai kriteria sebagai berikut:
  1. Puisi anak adalah puisi yang berisi kegembiraan.
  2. Mengutamakan bunyi bahasa dan membangkitkan semangat bermain bahasa.
  3. Harus berupaya memperbaiki ketajaman imajinasi visual dan kata yang dipergunakan mengmbangkan imajinasi, dan melihat serta mendengar kata-kata dalam cara baru.
  4. Menyajikan cerita sederhana dan memperkenalkan tindakan sehari-hari.
  5. Dituls berdasarkan pengalaman anak.
  6. Berbentuk informasi sederhana yang membuat anak dapat menafsir dan menangkap sesuatu dari puisi itu.
  7. Tema puisi harus menyenangkan anak-anak, menyatakan sesuatu kepada anak, menggelitik egonya, mengingat kebahagiaan, menyentuh kejenakaan dan membangkitkan semangat pribadi anak-anak.
  8. Dapat dibaca anak-anak dan mudah dimengerti.
Contoh puisi anak
BERDOA
Karya: Abdul Goni
Ibuku yang telah memelihara dan membesarkan daku
Dan dia telah menyekolahkanku
Dia satu-satunya untukku
Yang merawat aku semenjak kecil

Aku akan mendoakan ibuku
Karna dia mengayun-ayun
Ketika aku masih kecil
Dan dia yang membesarkanku.
 
Ø  Jenis-jenis Puisi
1.                                                     Puisi Tradisional atau Puisi Lama
Yaitu puisi yang tidak mendapat pengaruh kesustraan barat puisi lama merupakan pancaran masyarakat lama yang mempunyai ciri-ciri:
a)       Masyarakat yang hidup bersama atau masyarakat gotong-royong.
b)      Merupakan masyarakat yang kurang mengenal baca tulis.
c)       Merupakan masyarakat yang statis dan setia memertahankan sifat konservatif dan tridisional.
Ø  Ciri-ciri Puisi lama
1.       Puisi tradisional umumnya milik rakyat atau masyarakat dan tidak  kenal pengarangnya (anonim), karena pada umumnya penyairnya tidak mau menonjilkan diri.
2.       Pada asalnya disampaikan secara lisan, dari mulut ke mulut, namun akhirnya terdapat pula dalam bentuk tulisan.
3.       Pada umumnya sangat terikat oleh syarat-syarat yang mutlak harus dipenuhi oleh norma sebuah puisi tertentu.
Ø  Macam-macam Puisi Lama
1)                                  Bidal
adalah puisi Tradisional yang berupa susunan kata atau kalimat singkat yang mengandung pengertian sindiran, perbandingan serta kiasan. Puisi yang dapat digolongkan bidai adalah sebagai berikut :
·         Peribahasa atau ungkapan
adalah kiasan yang dinyatakan dengan kata-kata pendek dan singkat.
·         Pepatah
adalah kiasan yang dinyatakan dengan kalimat.
·         Tamzil
adalah kiasan yang diungkapkan dengan persajakan dan berirama.
·         Perumpamaan
adalah kiasan yang berupa kalimat dan digunakan untuk menyampaikan seseorang atau suatu tabiat, perangaui, kelakuan yang didahului dengan kata-kata : seumpama, seperti, laksana, bagaikan, dll.


·         Ibarat
adalah perumpamaan yang menyatakan sesuatu dengan sejelas-jelasnya serta dengan mengambil perbandingan.
·         Pemeo
adalah kalimat pendek yang ada suatu waktu banyak dipergunakan sebagai semboyan guna membangkitkan  atau mengobarkan semangat.
2)                                  Pantun
3)                                  Pantun kilat / karmina
adalah jenis pantun yang dalam 1 bait terdiri atas 2 baris. Baris pertama berupa sampiran dan baris kedua berupa isi.
Sajak pantun kilat adalah a, a
Contoh : - kura kura dalam prahu (a)
      - pura pura tidak tahu (a)
2.                                                     Puisi Baru atau puisi modern
Adalah puisi yang sudah dipengaruhi seni budaya barat puisi baru berisi ide, ekpresi, pancaran penyairnya dan umumnya merupakan pancaran masyarakat baru yang tergolong puisi baru adalah puisi yang diciptakan pada zaman mulai pujangga baru sampai sekarang :
Macam-macam Puisi baru :
a)      Puisi Naratif
adalah puisi yang mirip dengan cerita atau narasi. Puisi naratif disamping mempunyai tema dan amanat, latar, tokoh, gaya bahasa, juga rangkaian peristiwa yang dijalin dengan jelas aturannya.
Contohnya puisi ”AKU” karya Chairil Anwar (Maret 1943)
b)      Epik
adalah puisi yang didalamnya mengandung serita kepahlawanan, baik kepahlawanan yang berhubungan dengan legenda, kepercayaan, maupun sejarah.
Contohnya puisi ”TERATAI” karya Sanusi Pane (1957).
c)       Puisi Lirik
adalah puisi yang berisi luapan batin Individual penyairnya dengan segala macam pengalaman, sikap maupun suasana batin yang melengkapinya.
Contoh puisi ”NISAN” karya Charil Anwar (oktober 1942).
d)      Puisi Dramatik
adalah puisi yang secara objektif menggambarkan perilaku seseorang, baik lewat lakuan dialog mauppun monolog sehingga mengandung suatu gambaran kisah tertentu.
Contohnya puisi ”MENYESAL” karya Ali Hasjing (1954)
e)       Elegi
adalah puisi yang isinya merupakan luapan kepedihan atau mengungkapkan kepedihan. Puisi jenis ini banyak dijumpai pada syair lagu yang sedih atau sendu.
Contohnya puisi ”KARANGAN BUNGA” karya Taufik Ismail (1966).
f)       Himne
adalah puisi yang isinya tentang pujian kepada Tuhan atau ungkapan rasa cinta terhadap tanah air, pada perkembangannya himne juga dapat pula digunakan sebagai pujian kepada suatu organisasi atau proses.
Contohnya : Himne Guru
g)      Puisi Kontemporer
adalah puisi modern yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1)      Puisi ini menolak kata dan mengganti dengan titik,garis huruf / simbol.
2)      Puisi yang menggunakan simbol-simbol non kata / menggunakan kata seminimal mugkin
3)      Puisi yang dengan bebas memasukkan unsur-unsur bahasa asing atau bahsa daereh ke dalamnya.
4)      Puisi yang mementingkan fisografi
5)      Puisi yang menggunakan kata secara tepat sehingga menghasilkan ungkapan baru.
6)      Puisi yang menggunakan kata-kata ”Supra” kata-kata yang dijungkir balikan suku-suku katanya.
Pelopor puisi kontemporer Indonesia adalah Sutardji  Calzoum Backhri, Danarto, Ibrahim Sattah, dll
Contohnya puisi ”SHANG HAI ” karya  Sutardji  Calzoum Backhri
h)      Puisi Mbeling
 Mbeling berasal dari bahasa jawa yang berarti nakal, maunya sendiri, kelakar. Puisi mbeling dapat diartikan sebagai puisi yang isinya kritikan kata, dan mengandung unsur humor yang menyindir / menggelitik tapi ada unsur benarnya. Tokoh yang banyak menulis puisi mbeling adalah W.S.Rendra, Sutardji  Calzoum Backhri, Ibrahim Sattah, Emha Ainun Najib, dll.
Contohnya puisi ”KWATRIN TENTANG SEBUAH POCI” karya Goenawan Muhammad.
Unsur-unsur Pembangunan Puisi :
1)      Tema dan amanat
2)      Citraan ( pengimajinasian )
3)      Rima
4)      Diksi
5)      Irama ( musika lisan )
6)      Sudut pandang

  1. PANTUN
Pantun adalah puisi lama yang mempunyai syarat-syarat sebagai berikut :
1)      Tiap bait terdiri atas empat baris
2)      Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata
3)      Sajaknya berselang abab
4)      Hubungan baris : baris 1 dan 2 sampiran, sedangkan baris 3 dan 4 Isi. Pantun dikenal dan digunakan oleh hampir seluruh bangsa Indonesia, hanya didaerah tertentu istilahnya yang berbeda, misalnya Wangsalan/parikan (Jateng dan Jatim), Jula-juli ( Jatim), Pantun (melayu/Indonesia), Ende-ende (batak) dll.
Menurut isinya pantun dapat dibedakan menjadi :
a)       Pantun anak-anak :
Ø  Pantun bersuka cita
Ø  Pantun berduka cita
b)      Pantun Orang muda
Ø  Pantun dagang atau nasib
Ø  Pantun perhubungan
Ø  Pentun berkenalan
Ø  Pantun berkasih-kasihan
Ø  Pantun perceraian
Ø  Pantun beriba hati
c)       Pantun Jenaka
d)      Pantun Orang tua
Ø  Pantun nasihat
Ø  Pantun adat
Ø  Pantun agama
Contoh Pantun anak-anak :
Elok rupanya si kumbang jati
Di bawa itik pulang petang
Tidak terkata besar hati
Melihat Ibu sudah datang

Contoh Pantun Orang Muda :
Tanam melati dirama-rama
Ubur-ubur sampingan dua
Sehidup semati kita bersama
Contoh Pantun Jenaka :
Elok rupanya pohon belimbing
Tumbuh dekat pohon mangga
Elok rupanya berbini sumbang
Biar marah tertawa juga
Contoh Pantun orang tua :
Wahai muda kenali dirimu
Ialah perahu tamsil tubuhmu
Tiadalah berapa lama hidupmu
Ke akhirat juga kekal diammu
Ø  Fungsi Pantun
1)  Digunakan dalam kegiatan berumuskan upacara / religi
2)  Digunakan dalam kegiatan Seni yang berfungsi sebagai hiburan
3)  Sebagai alat komunikasi
4)  Alat hiburan dan Jenaka
5)  Alat pendidikan

  1. SYAIR
Syair adalah bentuk  puisi lama yang terikat oleh jumlah larik setiap bait, jumlah suku kata, setiap barisnya dan semua lariknya merupakan Isi dan berirama akhir sama.
Ciri-ciri Syair :
1)      Setiap bait terdiri empat larik atau baris
2)      Setiap larik terdiri antara delapan sampai dua belas suku kata
3)      Semua larik merupakan isi dan adanya hubungan yang logis
4)      Rima akhir sama, yang dapat dirumuskan a,a,a,a

Fungsi Syair :
a.       Sebagai hiburan
b.       Media komunikasi
c.       Kegiatan keagamaan
d.      Media untuk menyampaikan berita
e.       Media penyampai pengajaran
f.        Gambaran daya kreativitas masyarakat melayu
Contoh Syair : “Syair Ilmu Bekalan Hidup”
                        Ilmu itu memang sakti
                        Sinarnya cerah cahaya sejati
                        Asal diamalkan dan ditaati
                        Sukar bercerai sampai kau mati

  1. TALIBUN
Talibun adalah bentuk puisi yang terikat oleh jumlah suku kata, tiap larik, rima akhir. Jumlah larik dalam satu bait dan tidak menunjukkan adanya hubungan yang logis pada larik-lariknya.
Ciri-ciri talibun :
1)      Setiap larik atau baris jumlah katanya antara 6-12 suku kata.
2)      Setiap bait terdiri 6 larik / lebih dan jumlahnya genap.
3)      Setengah dari jumlah baitnya merupakan sampiran dan setengahnya lagi merupakan Isi.
4)      Rima akhirnya dapat dirumuskan abc,abc,abcs,abcd.
5)      Larik dalam setiap baitnya, hubungannya tidak / kurang logis.
Contoh Talibun :
Ayam kurik rambaian tadung
Ekor melewat dalam padi
Ambillah sayak berilah makan
Dalam daerah tujuh kampung
Tuan seorang tempat hati
Yang lair jadi diharamkan
Siapa belangir ke tepian
Jangan dahulu balik pulang
Tema-tema talibun yang umumnya digunakan
1)      Keajaiban suatu benda atau peristiwa
2)      Kebesaran / kehebatan suatu peristiwa
3)      Kehebatan / kecantikan seseorang
4)      Kelakuandan sikap manusia


BAB III
PENUTUP

Hakikat Sastra anak adalah karya Imajinatif dalam bentuk bahasa yang berisi pengalaman, perasaan, dan pikiran anak secara jujur, yang secara khusus ditujukan bagi anak-anak, ditulis oleh pengarang anak-anak atau orang dewasa. Topik Sastra anak dapat mencakup seluruh kihidupan manusia atau binatang yang mengandung nilai-nilai pendidikan, moral, agama, atau nilai positif lainnya.
Manfaat nilai Sastra anak bagi perkembangan kepribadian anak adalah sebagai berikut:
1)      Memberikan nilai kesenangan bagi anak dari sastra yang didengarnya, akibatnya rasa senang itu dapat memotivasi anak untuk menyukai sastra dengan jalan membacanya.
2)      Mengembangkan pemahaman anak tentang tingkah laku manusia yang berbeda-beda, yang sangat berguna bagi masa depan anak kelak.
3)      Memberikan pengalaman yang universal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar